Tahukan Bunda Mengenai Asfiksia?

No Comments 674 Views0


Asfiksia adalah keadaan dimana bayi tidak bisa bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia bisa juga disebut kesulitan atau gagal nafas pada Bayi Baru Lahir (BBL). Asfiksia sendiri memiliki tanda-tanda bunda. Tanda yang pertama  adalah bayi lahir tidak menangis. Normalnya, bayi yang sehat selalu menangis begitu lahir.

Tanda yang kedua adalah bayi bernafas dengan megap-megap/tersengal-sengal. Tanda yang lain adalah bayi merintih dan lemas. Dan tanda yang terakhir adalah muka bayi berwarna kebiruan. Tanda-tanda ini perlu bunda waspadai jika terjadi pada buah hati yang baru lahir. Segera minta pertolongan pada pihak medis jika ini terjadi.

Lalu, apa yang menjadi penyebab asfiksia? Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini baik dari sisi ibu, bayi maupun faktor tali pusat. Berikut penjelasannya:

A. Faktor Ibu

  1. Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi, kejang.
  2. Perdarahan saat hamil dan persalinan.
  3. Infeksi pada ibu hamil atau bersalin.
  4. Ibu hamil menderita penyakit berat (malaria, TBC).
  5. Persalinan lama.

B. Faktor Bayi

  1. Bayi dengan kelainan bawaan.
  2. Bayi lahir dengan tindakan ( misalnya vakum).
  3. Bayi kembar, BBLR.

C. Faktor Tali Pusat

  1. Tali pusat keluar sebelum bayi lahir.
  2. Lilitan tali pusat.
  3. Tali pusat pendek.
  4. Simpul tali pusat.

 

Kondisi asfiksia merupakan penyebab utama kematian pada bayi baru lahir  dan dapat pula menyebabkan kecacatan dan retardasi mental. Oleh karena itu, bunda harus sangat berhati-hati bahkan sejak hamil. Meskipun begitu, asfiksia juga bisa memang karena kelainan bawaan. Jika ini terjadi, maka bunda harus segera berkonsultasi dengan pihak yang paham tentang hal ini untuk memperoleh perawatan terbaik.

Perawatan tali pusat juga menjadi hal yang penting karena ternyata bisa menjadi salah satu faktor pemicu asfiksia. Tentang merawat tali pusat sudah pernah dibahas di salah satu artikel di web ini pula, bisa bunda setelah ini.

Karena kondisi ini juga bisa dipicu dari faktor ibunya sendiri, maka cara mencegah asfiksia salah satunya dengan memeriksakan kehamilan secara teratur ke fasilitas kesehatan bagi para ibu hamil. Selain itu. ibu hamil juga harus makan makanan yang bergizi.

Dan bagi calon ibu yang akan melahirkan, hendaknya bersalin di fasilitas-fasilitas kesehatan agar alat-alat persalinan lebih steril dan ditangani para ahli. Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka resiko terjadinya kondisi asfiksia ini dapat dikurangi.

Lebih tahu kan bunda tentang “asfiksia” ini? Semoga ini memberi pengetahuan baru ke bunda dan calon-calon bunda di rumah untuk selalu concern pada kesehatan ibu demi buah hatinya 🙂

 

*sumber: diolah dari publiksi depkes.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *