Tips jaga anak tidak stress

No Comments 338 Views0


st

Apa anak Anda menunjukkan tanda-tanda tekanan atau stress?. Ada baiknya coba Anda identifikasi dengan memperhatikan perilaku anak lebih dalam untuk menjaganya dari kemungkinan tersebut. Bisa jadi ia sedang menanggung permasalahan atau hal berat, namun enggan untuk mengungkapkan. Stress adalah salah satu penyebab utama timbulnya penyakit. Jangan sampai stress dialami anak Anda. Ia adalah tunas bangsa dan harapan bagi orang tuanya. Jika sedari kecil saja sudah mudah mengalami stress, lantas bagaimana jika ia beranjak dewasa kelak. Berikut ini ada tips yang bisa Anda lakukan untuk membentengi anak dari kemungkinan stress.

1. Ajarkan kebesaran jiwa

Anak mungkin saja mengalami permasalahan di sekolahnya. Bisa karena kejadian tak mengenakkan yang dia alami, atau persoalan pelajaran dan sekolah yang cukup menyita konsentrasi. Yang sedikit mengganggu adalah ketika ia mengalami permasalahan dengan teman sebayanya, diejek dan diperlakukan buruk mungkin, serta sejenisnya. Setelah Anda mengidentifikasi tanda stress pada anak ini, Anda tak perlu membalas, cukup lakukan hal yang bisa menguatkannya dari dalam. Ajarkan ia tentang berbesar hati terhadap segala macam situasi buruk yang mungkin saja menyapa. Hidup takkan berhenti disitu. Tekankan bahwa di masa depan masih banyak hal yang lebih berat harus dihadapi. Jadi sejak dini harus menguatkan diri, anggap saja angin lalu. Anak akan termotivasi jika diberi dukungan dan pengertian.

2. Family time rutin

Keluarga adalah yang paling penting untuk membangun karakter anak. Bangunlah bangunan kokoh keluarga Anda dengan menyisihkan waktu bersama. Di saat seperti ini, semua anggota keluarga takkan canggung untuk berbagi cerita, membangun komunikasi dan ikatan batin, sehingga masalah apapun yang dihadapi setiap anggota keluarga dapat dicari solusinya sesegera mungkin.

3. Jangan memaksa dan menuntut

Banyak sekali orang tua yang ingin anaknya melakukan ini dan itu. Tentu saja tujuan mereka baik, namun yang menjadikan salah adalah tuntutan yang dibebankan pada anak. Misalnya tentang nilai dan prestasi di sekolah. Jika Anda menuntut ia untuk mendapat nilai baik sementara dia mengalami halangan di sekolah, dengan teman mungkin atau dengan kondisi lingkungan sekolah bahkan dengan pelajarannya, Anda tak pernah tahu. Maka biarkan saja ia berkembang dengan alami, yang penting pastikan agar ia selalu melakukan semaksimal dan terbaik yang bisa ia lakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *