Tag Archives: Madu Asli

Waspadai “Madu Campuran” di Pasaran

Waspadai “Madu Campuran” di Pasaran

No Comments 861 Views0

Madu Asli terbuat dari nektar tanaman berbunga yang dikumpulkan, diproses, dan disimpan di dalam sarang oleh lebah madu. Tingginya permintaan madu asli membuat beberapa pihak menginginkan keuntungan berlebih dari penjualan madu. Pihak tersebut kemudian mencampurkan madu dengan beberapa bahan yang mungkin akan merubah sifat dan manfaat madu asli. Istilah “madu campuran” mulai dikenal karena madu asli telah dicampur dengan glukosa, dekstrosa, sirup, sirup jagung, sirup dari gula, gula buatan, tepung, pati, atau produk lain yang sejenis.

Tulisan “madu murni” pada label kemasan madu sekarang tidak mampu menjamin bahwa madu tersebut tidak melalui proses pengenceran dengan air dan ditambah dengan sirup jagung. Tulisan tersebut hanya menjanjikan konsumen bahwa ada kandungan madu asli di dalamnya, namun tidak mencantumkan komposisi dari madu tersebut. Hukum pun tidak mengharuskan produsen “madu asli” mencantumkan komposisi kandungan madu asli pada kemasan botolnya. Harga pun tidak dapat menjamin keaslian dari madu. Dalam kasus penipuan makanan terutama madu impor, ada beberapa produsen yang mencampur madu asli dari nektar berbagai bunga kemudian menjualnya kembali sebagai varietas yang lebih mahal.

Untuk mengetahui perbedaan madu asli dan madu campuran, Anda perlu mengetahui ciri dari madu asli dan melakukan pengujian sederhana. Anggapan yang salah oleh masyarakat terkait madu yaitu pengkristalan. Masyarakat sering kali menganggap adanya butiran atau kristalisasi madu membuktikan bahwa madu tersebut telah dicampur dengan air gula. Faktanya, madu asli adalah larutan gula jenuh yang dapat membentuk butiran kristal. Jadi, proses kristalisasi merupakan proses yang normal pada madu asli, terutama pada daerah yang beriklim sedang.

Pembelian madu beserta comb honey merupakan salah satu cara untuk mendapatkan madu asli yang berkualitas baik. Comb honey merupakan sarang lebah yang dibuat langsung oleh lebah dan mengandung potongan sel lilin lebah, dan comb honey ini aman dikonsumsi oleh manusia. Comb honey terdapat didalam sarang lebah, sehingga konsumen dapat yakin bahwa madu tersebut adalah madu asli dan belum ditambah dengan  air gula.

Beberapa test untuk menguji keaslian madu diantaranya dengan membakar cotton bud yang telah dicelupkan pada madu. Madu yang asli akan mampu membakar cotton bud. Namun, hasilnya sangat tergantung dari seberapa banyak madu yang dicelupkan dan seberapa lama madu terbakar.

Pengujian Madu Asli dapat dilakuan dengan mengamati bagaimana madu yang telah kita beli turun ke dalam gelas. Madu murni tidak akan mudah larut dalam air. Pengadukan diperlukan untuk melarutkan madu asli, sedangkan madu campuran akan lebih cepat larut apabila kita mencampurkannya dengan air. Namun terkadang pengujian ini tidak memberikan kepastian tentang madu asli karena varietas madu yang berbeda akan memiliki kekentalan yang berbeda pula. Madu yang berbentuk krim tidak akan mudah larut dalam air apabila dibandingkan dengan madu yang memiliki kekentalan yang lebih rendah.

Untuk mengetahui keaslian madu, maka harus dilakukan pengujian di laboratorium,seperti pengujian spectroscopy, yaitu sebuah metode pengujian yang menggunakan prinsip interaksi cahaya untuk membedakan zat atau melakukan analisis rasio isotop karbon untuk menentukan penambahan gula ke dalam madu.

Proses Pasteurisasi Pada Madu

Proses Pasteurisasi Pada Madu

No Comments 1316 Views0

Sejak maraknya peredaran madu di palsu di pasaran, produsen madu berlomba-lomba memberikan cap “Madu Asli” pada madu produksinya. Konsumen pun bertambah kritis sebelum membeli madu. mereka selalu menanyakan pada penjual apakah madu yang ingin mereka beli benar-benar madu asli atau palsu.

Madu asli merupakan cairan manis yang dihasilkan lebah madu dari nektar bunga. Karena berasal langsung dari nektar bunga, maka madu asli sama sekali tidak butuh pemrosesan seperti pasteurisasi (pemanasan) atau filterisasi (penyaringan). Banyak madu yang ditemukan di supermarket berlabel madu aslu namun sebenarnya sudah mengalami pemrosesan lanjutan. Beberapa di antaranya telah dipasteurisasi (dipanaskan pada 70 derajat celcius atau lebih, diikuti dengan pendinginan cepat). Pasteurisasi memudahkan filtering dan pembotolan sehingga tampak lebih bersih dan halus, lebih menarik di rak, dan lebih mudah dibungkus dalam paket.

Pasteurisasi adalah suatu proses pemanasan terhadap makanan ataupun minuman pada suhu tertentu dengan tujuan untuk membunuh mikroorganisme yang terdapat dalam makanan maupun minuman tersebut. Dalam pasteurisasi, tidak semua mikroorganisme dibunuh (seperti dalam proses sterilisasi) melainkan dikurangi jumlahnya. Agar tetap terjaga kualitasnya, setelah dipasteurisasi makanan atau minuman harus didinginkan dan dikonsumsi sebelum tanggal kadaluarsa.

Madu dipasteurisasi untuk mematikan enzim di dalam madu dan bukan bakteri karena madu sendiri bersifat antibakteri. Berkurangnya enzim dalam madu akan mengurangi bahkan menghilangkan gas dan buih yang keluar dari madu. Enzim pada madu berperan serta dalam proses keluarnya gas dan buih pada madu.

Pasteurisasi membunuh setiap sel ragi dalam madu dan mencegah fermentasi. Padahal tidak adanya fermentasi dapat merubah dan mempengaruhi rasa madu. Pemanasan juga memperlambat kecepatan kristalisasi dalam madu cair. Pada sisi negatifnya, ketika madu dipanaskan, aroma yang lembut, ragi dan enzim yang bertanggung jawab untuk mengaktifkan vitamin dan mineral dalam sistem tubuh akan menjadi rusak.

Madu dipasteurisasi bertujuan mematikan enzim didalam madu dan bukan bakteri karena madu sendiri bersifat antibakteri, enzim dimatikan sehingga tidak ada gas dan buih yang keluar dari madu. Enzim pada madu berperan serta dalam proses keluarnya gas dan buih pada madu. Jika enzim pada madu dimatikan, maka madu tidak akan mengeluarkan gas dan buih.

Konsumen yang menginginkan madu asli akan merasa lebih yakin jika membelinya langsung di peternakan lebah. Madu Asli bertekstur halus, mengandung partikel dan bintik-bintik yang memuat bee pollen, propolis, dan bahkan sisa-sisa sayap lebah. Madu asli memiliki tingkat antioksidan yang tinggi dan biasanya akan mengkristal setelah beberapa bulan.

Namun, kebanyakan konsumen nampaknya lebih menyukai madu jernih yang telah difilter. Karena selain lebih bersih, warna dan tampilannya juga lebih menarik. Berbeda dengan madu asli yang tanpa filter yang terlihat mendung dan tidak menarik, dan biasanya tidak  banyak tersedia secara komersial di rak-rak supermarket.