Proses Pasteurisasi Pada Madu

No Comments 1173 Views0


Proses Pasteurisasi Pada Madu

Sejak maraknya peredaran madu di palsu di pasaran, produsen madu berlomba-lomba memberikan cap “Madu Asli” pada madu produksinya. Konsumen pun bertambah kritis sebelum membeli madu. mereka selalu menanyakan pada penjual apakah madu yang ingin mereka beli benar-benar madu asli atau palsu.

Madu asli merupakan cairan manis yang dihasilkan lebah madu dari nektar bunga. Karena berasal langsung dari nektar bunga, maka madu asli sama sekali tidak butuh pemrosesan seperti pasteurisasi (pemanasan) atau filterisasi (penyaringan). Banyak madu yang ditemukan di supermarket berlabel madu aslu namun sebenarnya sudah mengalami pemrosesan lanjutan. Beberapa di antaranya telah dipasteurisasi (dipanaskan pada 70 derajat celcius atau lebih, diikuti dengan pendinginan cepat). Pasteurisasi memudahkan filtering dan pembotolan sehingga tampak lebih bersih dan halus, lebih menarik di rak, dan lebih mudah dibungkus dalam paket.

Pasteurisasi adalah suatu proses pemanasan terhadap makanan ataupun minuman pada suhu tertentu dengan tujuan untuk membunuh mikroorganisme yang terdapat dalam makanan maupun minuman tersebut. Dalam pasteurisasi, tidak semua mikroorganisme dibunuh (seperti dalam proses sterilisasi) melainkan dikurangi jumlahnya. Agar tetap terjaga kualitasnya, setelah dipasteurisasi makanan atau minuman harus didinginkan dan dikonsumsi sebelum tanggal kadaluarsa.

Madu dipasteurisasi untuk mematikan enzim di dalam madu dan bukan bakteri karena madu sendiri bersifat antibakteri. Berkurangnya enzim dalam madu akan mengurangi bahkan menghilangkan gas dan buih yang keluar dari madu. Enzim pada madu berperan serta dalam proses keluarnya gas dan buih pada madu.

Pasteurisasi membunuh setiap sel ragi dalam madu dan mencegah fermentasi. Padahal tidak adanya fermentasi dapat merubah dan mempengaruhi rasa madu. Pemanasan juga memperlambat kecepatan kristalisasi dalam madu cair. Pada sisi negatifnya, ketika madu dipanaskan, aroma yang lembut, ragi dan enzim yang bertanggung jawab untuk mengaktifkan vitamin dan mineral dalam sistem tubuh akan menjadi rusak.

Madu dipasteurisasi bertujuan mematikan enzim didalam madu dan bukan bakteri karena madu sendiri bersifat antibakteri, enzim dimatikan sehingga tidak ada gas dan buih yang keluar dari madu. Enzim pada madu berperan serta dalam proses keluarnya gas dan buih pada madu. Jika enzim pada madu dimatikan, maka madu tidak akan mengeluarkan gas dan buih.

Konsumen yang menginginkan madu asli akan merasa lebih yakin jika membelinya langsung di peternakan lebah. Madu Asli bertekstur halus, mengandung partikel dan bintik-bintik yang memuat bee pollen, propolis, dan bahkan sisa-sisa sayap lebah. Madu asli memiliki tingkat antioksidan yang tinggi dan biasanya akan mengkristal setelah beberapa bulan.

Namun, kebanyakan konsumen nampaknya lebih menyukai madu jernih yang telah difilter. Karena selain lebih bersih, warna dan tampilannya juga lebih menarik. Berbeda dengan madu asli yang tanpa filter yang terlihat mendung dan tidak menarik, dan biasanya tidak  banyak tersedia secara komersial di rak-rak supermarket.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *