Persiapan matang pengasuhan anak

No Comments 470 Views0


fml

Untuk mengasuh anak memang membutuhkan persiapan yang matang. Tak hanya dari segi mental, usia dan juga kematangan sikap, namun yang jauh lebih penting sebenarnya adalah persiapan dalam ekonomi dan finansial. Mengapa demikian?. Ya tentu saja tak bisa dipungkiri bagaimana sulitnya memenuhi kebutuhan hidup saat ini di tengah kemerosotan perekonomian bangsa dan juga nilai tukar rupiah. Walaupun memang sebagai orang tua, kita akan berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka.

Persiapan matang untuk mengasuh anak memang memerlukan komitmen dan ketekunan. Mungkin kita masih ingat dengan kasus yang terjadi di tahun 2006 silam, dimana anak bernama lintang dibunuh ibunya dengan disiram minyak lalu dibakar. Semua itu dilakukan ibunya karena alasan ekonomi yang lemah. Kejadian seperti ini tentu saja amat menyayat hati, bagaimana mungkin seorang ibu tega membakar anak kandungnya karena persoalan ekonomi. Namun inilah yang terjadi dan ada didepan mata kita. Anak-anak sama seperti manusia lain yang memiliki hak dasar dan melekat, yang termasuk didalamnya hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan penghidupan yang layak dan sebagainya. Maka sebagai orang tua yang baik, Anda tentu saja akan memenuhi keperluan anak dengan semaksimal mungkin.

Mempersiapkan dengan matang pengasuhan anak salah satunya dalam hal makanan. Dalam urusan makanan, anak-anak memiliki hak untuk mendapatkan asupan akanan yang cukup, gizi yang seimbang serta pemenuhan kebutuhan tambahan seperti makanan ringan. Memenuhi kebutuhan mereka akan sangat bermanfaat terutama jika mereka beranjak besar nantinya. Kecerdasan ketangkasan, kekuatan fisik, bahkan perkembangan otak dan memori yang maksimal bisa didapat dan akan sangat berguna sebagai bekal nanti.

Maka dari itu, pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa lintang adalah bahwa memang sebagai calon orang tua yang baik, kita harus mempersiapkan semuanya dengan maksimal dalam mental maupun ekonomi, walaupun kita masih percaya bahwa setiap anak membawa rezekinya masing-masing, ikhtiar juga menjadi kewajiban.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *