Manfaat Madu Untuk Obat Antibiotik

No Comments 741 Views0


Kesempatan Menjadi Agen Vitabumin di Kota Anda

Madu untuk anak sebagai salah satu antibiotik alami yang sangat berguna bagi tubuh anak anda. Seiring waktu dengan kandungan madu yang teruji oleh waktu, tak jarang banyak penelitian yang membuktikan hal tersebut. Bahwasanya madu untuk anak memang baik adanya. Penelitian yang dipimpin oleh Susan M. Meschwitz dari Salve Regina University di Newport, AS, menghasilkan bahwa madu memiliki banyak keuntungan dibandingkan obat-obatan antibiotik.

Keunikan yang ada dalam madu adalah kemampuannya untuk melawan infeksi pada berbagai tingkatan, sehingga bakteri akan kesulitan untuk mengembangkan resistensi. Kandungan dan sifat madu seperti hidrogen peroksida, keasaman, efek osmotik, konsentrasi gula tinggi dan polifenol secara aktif membunuh sel-sel bakteri. Efek osmotik, yang dihasilkan oleh konsentrasi gula yang tinggi dalam madu, menarik air dari sel-sel bakteri, membuat mereka terdehidrasi dan mati. Ini akan membantu anak anda ketika mereka sudah mulai memakan dan memasukkan benda benda yang mereka pegang kedalam mulut mereka.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa madu menghambat pembentukan biofilm. Biofilm adalah zat yang terbentuk ketika bakteri menempel pada permukaan di lingkungan yang berair dan kemudian mengeluarkan lendir. Biofilm menyebabkan berbagai penyakit seperti otitis media, endokarditis, cystic fibrosis, dan infeksi yang didapat di rumah sakit dari permukaan kateter, implan medis, atau perangkat medis lainnya. Biofilm sangat resisten terhadap antibiotik. Akibatnya, antibiotik dosis tinggi dalam jangka panjang sering diperlukan untuk memberantas infeksi yang terkait dengan biofilm.

Madu juga dapat mengganggu “quorum sensing”, yang melemahkan virulensi bakteri. “Quorum sensing” adalah cara bakteri saling berkomunikasi dan mungkin diperlukan dalam pembentukan biofilm. Pada jenis bakteri tertentu, sistem komunikasi ini juga mengontrol pelepasan racun, yang memengaruhi kemampuan mereka untuk menyebabkan penyakit.

Meschwitz lebih lanjut menyebut keuntungan lain dari madu adalah tidak seperti antibiotik konvensional, madu tidak menargetkan proses pertumbuhan esensial bakteri. Penargetan itu adalah dasar kerja antibiotik konvensional yang menyebabkan bakteri membangun resistensi terhadap obat. Kandungan gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41%), glukosa ( 35% ), sukrosa ( 1,9% ) dan dekstrin ( 1,5% ) karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita.

Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino ensesial maupun non esensial. Asam amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita. vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, B2, B3, B6, dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor dan sulfit. Meski jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan mineral ideal bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang terdapat oleh darah manusia. Karena alasan itulah madu untuk anak akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *