Manfaat Madu Sebagai Obat Kanker

No Comments 601 Views0


Proses Pasteurisasi Pada Madu

Kanker disebabkan oleh kerusakan genetik, dan kerusakan ini diakibatkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Penyebabnya terjadinya kanker berupa rokok, faktor gaya hidup (obesitas), dan infeksi. Faktor lain berupa bahan karsinogenik (berasal dari makanan yang dipanggang dan digoreng), polusi lingkungan, dan alkohol. Di negara berkembang, kanker disebabkan oleh infeksi mikroba seperti di tengkuk (oleh HPV), hati (oleh virus hepatitis), dan perut (oleh Helicobacter pylori). Orang yang memiliki sistem imunitas rendah akan lebih beresiko terserang kanker. Hal ini dikarenakan tubuh akan lebih mudah terinfeksi oleh mikroba penyebab kanker, sehingga resiko terjadinya kanker akan lebih besar.

Madu telah diketahui selama berpuluh-puluh tahun digunakan sebagai obat segala jenis penyakit dan penjaga kesehatan tubuh. Madu sebagai peningkat sistem imunitas yang alami, anti-inflamasi, anti-bakteri, vaksin alami kanker, dan mampu mempercepat penyembuhan luka yang parah yang mampu meningkatkan resiko kanker. Kandungan phytochemical yang tinggi akan phenolic dan flavonoid berperan penting dalam aktivitas anti-oksidan. Madu yang memiliki anti-oksidan tinggi mampu mencegah berkembangnya sel kanker yang disebabkan oleh radikal bebas dan stress oksidatif. Jumlah dan jenis dari anti-oksidan tergantung dari sumber (asal) nektar untuk madu. Secara umum, madu yang berwarna gelap menunjukkan kadar anti-oksidan yang lebih tinggi daripada madu yang berwarna lebih terang. Peneliti menyarankan menggunakan madu sebagai pemanis alami untuk mengubah sistem pertahanan antioksidan pada tubuh.

Kandungan polifenol pada madu berperan sebagai anti-proliferatif yang mencegah dan mengobati berbagai jenis kanker, seperti asam caffeic (CA), caffeic acid phenyl esters (CAPE), chrysin (CR), galangin (GA), quercetin (QU), kaempferol (KP), acacetin (AC), pinocembrin (PC), pinobanksin (PB), dan apigenin (AP). Mekanisme madu dalam mengurangi perkembangan sel kanker yaitu dengan meningkatkan sistem imunitas dalam melawan sel kanker. Sebagai contoh, madu mampu meningkatkan produksi interleukin (IL)-1β, IL-6, dan TNF-α di dalam sel monosit, meningkatkan produksi antibodi, dan meningkatkan sistem kemotaksis (pengurangan sel kanker).

Madu sebagai vaksin alami kanker dapat mengurangi proses inflamasi, meningkatkan sistem imunitas, dan mengurangi infeksi bakteri. Gaya hidup yang buruk penyebab kanker dapat diatasi dengan mengkonsumsi madu secara rutin. Penelitian di Jepang dan Australia menyatakan, perkembangan sel kanker pada perut dan tulang dapat ditekan dengan konsumsi madu. Pasien yang mengalami kanker setiap hari meminum tiga kali sehari satu sendok makan madu yang dicampur dengn satu sendok teh bubuk kayu manis selama sebulan.

Konsumsi madu dan bubuk kayu manis setiap hari akan meningkatkan sistem imunitas atau daya tahan tubuh dengan meningkatkan jumlah sel darah putih untuk melawan infeksi bakteri dan virus penyebab penyakit. Kandungan anti-bakteri juga mampu melawan dan membunuh bakteri yang menginfeksi tubuh. Madu juga mengandung anti-inflamasi yang mampu mengurangi tingkat inflamasi sebagai pemicu kanker. Masalah lain berupa obesitas dapat ditangani dengan madu. Madu akan membantu kerja otak dalam memproduksi hormon yang mengatur nafsu makan. Selamat mencoba khasiat madu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *