Makanan Cepat Saji Bukan Solusi Bagi Anak Susah Makan

No Comments 596 Views0


Makanan Cepat Saji Bukan Solusi Bagi Anak Susah Makan

Orangtua melakukan banyak hal untuk mengatasi anak susah makan. Mereka sering mengajak anak pergi ke restoran cepat saji untuk menggugah selera makan anak. Namun nyatanya sebuah studi baru menunjukkan makanan cepat saji dapat mempengaruhi prestasi anak-anak.

Penelitian yang dipimpin oleh Kelly M. Purtell di Ohio State University, melacak siswa antara lima dan delapan kelas, saat siswa dinilai dalam membaca, matematika dan sains. Peneliti menggunakan data dari Anak Usia Dini Longitudinal Cohort Study-TK, survei nasional yang mencakup sekitar 12.000 siswa. Di kelas lima, para siswa diminta menyebutkan berapa banyak makanan cepat saji yang mereka makan dalam seminggu terakhir.

Para peneliti menemukan bahwa siswa yang makan lebih banyak makanan cepat saji memiliki pertumbuhan lebih lambat dalam prestasi akademik. Siswa makan makanan cepat saji setiap hari memiliki pertumbuhan lebih lambat dalam matematika, membaca dan ilmu pengetahuan (sains) dari siswa yang tidak makan makanan cepat saji. Menurut peneliti tersebut, tingginya kadar konsumsi makanan cepat saji mempengaruhi prestasi akademik siswa di tiga mata pelajaran akademik tersebut.

Menurut laporan itu, kurang dari 30% dari peserta tidak makan makanan cepat saji sama sekali dalam seminggu sebelum diminta. Sekitar setengah dari peserta makan makanan cepat saji satu sampai tiga kali seminggu itu. 10% makan empat sampai enam kali, dan 10% sisanya makan makanan cepat saji setiap hari.

Para peneliti bukan menyarankan menghilangkan makanan cepat saji sama sekali. Mereka hanya menyarankan agar orangtua mengurangi pemberian makanan cepat saji pada anak mereka. Jadi tidak bermasalah jika keluarga sesekali pergi ke sebuah restoran makanan cepat saji. Pada kasus anak susah makan, makanan cepat saji tidak disarankan dijadikan solusi untuk menggugah selera anak susah makan.

Pola makan western antara lain sering mengonsumsi kentang gerang, daging merah dan diproses, serta soft drink. Terlalu sering makan junkfood berpengaruh pada kemampuan mental, penglihatan, kemampuan belajar dan daya ingat, serta kecepatan reaksi. Tingginya konsumsi lemak jenuh dari makanan tersebut dan karbohidrat sederhana juga akan merusak bagian otak yang berfungsi dalam belajar dan daya ingat.

Maka solusi yang tepat mengatasi anak susah makan adalah mengatasi faktor psikis dan faktor fisik. Selain memenuhi nutrisi dari makanan yang sehat, berikan pula si kecil suplemen alami untuk menambah nafsu makannya. Vitabumin merupakan solusi penambah nafsu makan anak karena mengandung madu, ekstrak pegagan dan temulawak yang selain terbukti ilmiah dapat meningkatkan nafsu makan anak juga mengandung nutrisi penting lain yang diperlukan oleh anak. Selain itu, Vitabumin juga mengandung ekstrak protein ikan gabus yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel-sel tubuh si kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *