Madu, Nutrisi Pendamping bagi Anak Autisme

No Comments 538 Views0


Madu Vitabumin untuk Flek Paru Anak

Anak yang tumbuh dengan sehat dan cerdas merupakan dambaan semua orang tua. Namun, kelebihan dan kekurangan dari anak sepatutnya dapat diterima orang tua karena anak merupakan titipan yang sangat berharga dari Tuhan. Anak berkebutuhan khusus seperti autisme bukanlah suatu kekurangan anak yang harus ditutupi. Dan anak yang mengalami autisme bukanlah menjadi alasan untuk tidak memperhatikan anak. Justru, anak yang mengalami autisme memerlukan perhatian yang khusus dan lebih daripada anak pada umumnya, karena anak ini cenderung tidak mampu berkembang secara menyeluruh. Ciri anak yang mengalami autisme sebenarnya dapat diketahui sejak kecil, umumnya anak yang mengalami autisme akan mengalami kesulitan dalam berbicara. Dampak yang dapat ditimbulkan dapat dirubah dengan tingkat kesadaran yang tinggi terhadap autisme, diagnosa yang dilakukan lebih awal, serta penanganan yang tepat. Nutrisi pendamping sangat perlu diberikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Beberapa penelitian menunjukkan, madu dapat digunakan sebagai nutrisi pendamping bagi anak yang mengalami autisme. Madu terbuat dari nektar yang dikumpulkan dan diproses oleh lebah. Karena terbuat dari bahan yang alami, madu sangat aman untuk rutin dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak. Anak yang mengalami autisme sangat sering terserang berbagai penyakit karena daya tahan tubuh yang rendah. Daya tahan tubuh yang rendah pada anak yang mengalami autisme dapat ditingkatkan dengan mengkonsumsi madu secara rutin setiap hari. Madu mampu meningkatkan sistem imunitas atau daya tahan tubuh sehingga anak tidak mudah terserang penyakit. Kandungan anti-bakteri, anti-fungal, dan anti-viral pada madu mampu melawan dan memusnahkan kuman penyebab infeksi dan penyakit. Selain itu, madu juga mampu meningkatkan nafsu makan anak sehingga berat badan anak akan meningkat. Madu membantu pertumbuhan tulang dan gigi, serta perkembangan otak dan sistem motorik anak. Sifat hiperaktif yang biasa dimiliki oleh anak yang mengalami autisme akan berkurang setelah mengkonsumsi madu karena madu mampu menurunkan tingkat kegelisahan anak sehingga anak akan bersikap lebih tenang.

Berbagai manfaat madu telah dibuktikan dengan berbagai penelitian, namun madu dapat bersifat racun apabila diberikan pada anak dengan usia tertentu. Konsumsi madu pada anak yang berusia 1 tahun kebawah akan mengakibatkan keracunan karena madu dapat terkontaminasi spora yang mampu menimbulkan toksik atau racun. Hal ini terjadi karena organ pencernaan pada anak yang berusia dibawah 1 tahun belum sempurna sehingga tidak mampu menetralisir racun yang ditimbulkan oleh spora yang menginfeksi madu. Namun, madu menjadi sangat aman dikonsumsi pada anak yang berusia 1 tahun keatas. Organ pencernaan pada anak yang berusia 1 tahun akan lebih sempurna sehingga mampu menetralisir beberapa racun yang mungkin ditimbulkan oleh spora pada madu. Dapat dikatakan, madu sangat aman dikonsumsi rutin setiap hari oleh anak yang berusia 1 tahun keatas dan memberikan manfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama anak yang mengalami autisme. Selamat mencoba khasiat madu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *