Madu Membantu Terapi Autis Pada Anak

No Comments 630 Views0


Aku Anak Sehat

Autisme merupakan sebuah gangguan yang mempengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, juga dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap dunia. Secara ringkas, anak yang menderita autisme memiliki ‘dunianya’ sendiri yang berbeda dengan dunia yang dimiliki anak secara umum. Anak penyandang autis bisa saja kurang sensitif terhadap sentuhan, suara, aroma, atau warna.

The National Autistic Society (NAS) di Amerika menyatakan bahwa penyebab autis belum diketahui sampai saat ini. Para ahli percaya bahwa autis disebabkan oleh interaksi antara beberapa genetik kompleks dan faktor lingkungan yang sampai saat ini belum diketahui pastinya.

Gejala-gejala autisme dapat muncul pada anak sejak usia 30 bulan sejak kelahiran hingga usia maksimal 3 tahun. Austisme menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak terutama dalam proses belajar, komunikasi, dan bahasa.

Madu, telah terbukti ilmiah mengobati dan menutrisi tubuh dalam banyak hal. Madu selain bermanfaat untuk orang dewasa, juga bisa menjadi nutrisi untuk anak-anak. Madu ternyata bisa digunakan untuk mendukung tumbuh kembang anak dengan gejala autis.

Madu sebagai pengganti gula.

Menghindari konsumsi gula dan ragi juga perlu dilakukan oleh anak penderita autis karena dengan menghindari konsumsi gula dan ragi tersebut, pertumbuhan bakteri patogen di dalam saluran pencernaannya dapat dikurangi dan saluran pencernaannya pun akan menjadi lebih ringan. Gula biasanya mengandung bakteri jahat dan jamur yang pada gilirannya dikaitkan dengan perilaku negatif seperti agresi, hiperaktif, pola tidur yang buruk, dan tidak peduli kebersihan. Maka anak yang menunjukkan gejala autisme hars dihindarkan dari gula dan produk sejenisnya seperti sirup jagung, glukosa, maltosa, fruktosa, jus buah konsentrat, sari tebu, dekstrosa atau dekstrin atau apapun yang mengandung bahan tersebut. Madu merupakan solusi pengganti gula yang alami dan banyak khasiatnya.

Madu membunuh bakteri yang mengganggu tumbuh kembang anak

Di laboratorium, madu telah terbukti menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti E. coli dan salmonella, dan untuk melawan bakteri tertentu, termasuk Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Berdasarkan hasil penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur, paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat hidup dan berkembang. Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau mati. Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam. Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan glikosida.

Itulah manfaat madu dalam membantu terapi terapi autis pada anak. Madu yang mendukung tumbuh kembang anak kini sudah ada, Vitabumin namanya. Selain terbuat dari madu segar, komposisi lain dari Vitabumin adalah ekstrak temulawak, pegagan, dan ekstrak protein albumin ikan gabus yang baik untuk mempercepat pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh si kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *