Konsekuensi tepat kenakalan anak

No Comments 389 Views0


kon

Seorang anak tentu saja pernah melakukan kenakalan. Sebagai orang tua, Anda dituntut untuk bisa memberikan konsekuensi yang tepat untuk menertibkan kenakalan yang ia lakukan. Alih-alih mengajarkannya  tentang ketegasan, Anda akan lebih mendapat manfaat jika mengajarinya tentang kedisiplinan dengan cara yang halus.  Kedisiplinan amatlah bermanfaat untuk mengatur hidupnya lebih baik lagi. Kebanyakan orang tua yang menginginkan anak yang penurut dan tahu sopan santun biasanya menggunakan cara-cara yang cenderung memaksa dan menekan. Padahal, anak yang dipaksa dan ditekan justru akan berpotensi untuk membangkang.

Kenakalan yang biasa dilakukan anak biasanya menimbulkan konsekuensi tertentu yang tak semuanya bisa ditanggulangi dengan baik oleh orang tua. Maka dari itu, jika Anda ingin mengubah anak menjadi lebih baik, berikanlah sugesti positif atas tindakan negatif yang sudah dilakukan. Misalnya saja, jika ia mengganggu adik atau kakaknya, dan Anda sadar betul bahwa itu salah, akan lebih baik jika Anda fokus pada permasalahan dan solusinya, bukan kepada dia yang melakukan kesalahan itu. Peringatkan padanya akan dampak yang mungkin saja ia timbulkan pada korbannya.

Bentuk konsekuensi lain yang tepat atas kenakalan yang dilakukan anak, diantaranya dengan memberinya pengajaran dengan menggunakan contoh. Anda harus ingat bahwa ia hanyalah anak-anak yang masih berproses. Lakukan saja apa yang bisa dan harus Anda contohkan pada mereka sebagai orang tua yang baik. Mendidik anak yang paling tepat adalah dengan contoh konkret yang bisa dilakukan setiap harinya. Tingkah laku Anda selaku orang tua amatlah menentukan hendak kemana kepribadian mereka digiring.  Maka dari itu, pastikan memberi contoh yang bik untuk anak. Begitupun jika ingin memperbaiki kesalahan mereka, Anda harus lakukan dengan contoh konkret. Yang pasti adalah, hindari penggunaan hukuman fisik untuk membuat mereka mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan.

Karena, jika itu Anda lakukan, mungkin iya, anak akan berubah. Namun demikian juga dengan kepribadian mereka. Mereka akan tumbuh menjadi anak yang penutup sehingga akan mematikan langkah ia untuk berkembang lebih pesat lagi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *