Khasiat Madu Untuk Kesehatan Jantung

No Comments 809 Views0


CIRI MADU ANAK YANG BAIK UNTUK DIKONSUMSI

Jantung merupakan organ vital manusia yang berfungi untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Semakin bertambahnya usia, kerja jantung akan mengalami penurunan karena jantung bekerja terus menerus selama manusia hidup. Apabila kinerja organ jantung terganggu, maka metabolisme tubuh tidak akan berjalan dengan optimal. Berbagai penyakit jantung yang sering ditemui diantaranya jantung koroner, jantung bocor, dan lemah jantung.

Ciri awal yang sering ditemui oleh penderita jantung yaitu nyeri dada, sakit pada bagian kepala, sesak nafas, merasa mudah lelah, sakit pada bagian tubuh tertentu, mual, pembengkakan, munculnya rasa cemas yang berlebih, dan pengeluaran keringat yang berlebih. Reactive oxygen species (ROS) merupakan molekul reaktif tertinggi yang diproduksi oleh reaksi enzim dalam sel. Dalam kondisi normal, ROS diproduksi dengan jumlah yang sedikit untuk kebutuhan fungsi sel dan untuk sistem anti-oksidan endogen yang melindungi tubuh dari efek yang buruk.

Beberapa hal seperti stress oksidatif mampu meningkatkan produksi ROS yang berlebihan sehingga beresiko terkena penyakit jantung. Peningkatan stress oksidatif mampu meningkatkan pula resiko terkena penyakit jantung.

Terapi pengobatan dilakukan untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit jantung. Namun, konsumsi obat-obatan yang berlebihan mampu menimbulkan penyakit lain yang membahayakan tubuh. Oleh karena itu, banyak peneliti yang tertarik untuk meneliti bahan alami yang mampu menurunkan tingkat serangan dan menyembuhkan penyakit jantung.

Madu merupakan bahan alami yang memiliki banyak manfaat untuk mengobati berbagai penyakit dan menjaga kesehatan tubuh. Madu kaya akan komponen phenolic yang berperan sebagai anti-oksidan alami dan berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Sebagian besar komponen phenolic terdapat di madu, diantaranya quercetin, caffeic acid phenethyl ester (CAPE), acacetin, kaempferol, dan galangin yang mampu memberikan dampak baik untuk proses penyembuhan penyakit jantung. Beberapa penelitian menunjukkan komponen phenolic mampu mengurangi resiko serangan jantung. Dalam kasus jantung koroner, komponen phenolic yang berperan yaitu antithrombotic, anti-ischemic, anti-oxidant, dan vasorelaxant.

Madu mengandung enzim-enzim anti-oksidan, termasuk oksidasi glukosa, kalatase dan komponen anti-oksidan lain seperti asam ascorbic, flavonoid, asam phenolic, asam organik, dan hasil dari reaksi Maillard. Penelitian menunjukkan, flavonoid mampu mengurangi radikal bebas seperti anion superoksida, singlet oxygen, dan lipid peroxy-radicals. Jumlah dan jenis dari anti-oksidan ini tergantung dari besarnya sumber (asal) nektar untuk madu. Madu yang berwarna gelap menunjukkan tingginya kadar anti-oksidan daripada madu yang berwarna lebih terang. Peneliti menyarankan penggunaan madu sebagai pemanis alami untuk sistem pertahanan anti-oksidan pada tubuh.

Madu tidak hanya dapat dikonsumsi secara langsung, namun dapat pula digunakan sebagai tambahan makanan. Bagi penderita sakit jantung, dapat mengkonsumsi pasta yang terbuat dari madu dan bubuk kayu manis. Oleskan pasta pada roti yang akan dikonsumsi untuk sarapan. Konsumsi madu yang rutin akan mengurangi kolesterol pada pembuluh darah dan melindungi pasien dari serangan jantung. Masyarakat juga mempercayai madu dan buah delima bagus untuk orang yang mengalami masalah pada jantung atau jantung lemah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *