Kandungan Asam Amino pada Ekstrak Ikan Gabus

No Comments 1033 Views0


Kandungan Asam Amino pada Ekstrak Ikan Gabus

Ikan merupakan hewan yang memiliki jenis dan populasi terbanyak, dan ikan telah diketahui memiliki lebih dari 25.000 spesies, salah satunya adalah ikan gabus (Channa striata). Ikan gabus telah dipercaya di beberapa negara memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Ekstrak ikan gabus merupakan hasil ekstraksi dari ikan gabus yang memiliki banyak potensi dan sering digunakan untuk terapi penyembuhan luka, pengurang bengkak dan rasa sakit, serta sebagai tambahan energi selama sakit. Konsumsi ekstrak ikan gabus terbukti mampu menyembuhkan dan mempercepat proses penyembuhan luka bekas operasi dan meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Ekstrak ikan gabus merupakan sumber protein hewani yang tinggi (5,524 g/100 ml), karena mengandung protein dan albumin, serta mineral Copper (Cu), Zinc (Zn), dan Calcium (Ca) dengan jumlah banyak. Ekstrak ikan gabus merupakan sumber protein dengan kandungan asam amino. Asam amino mampu mengatur beberapa proses dalam tubuh, termasuk aktivasi P70S6K (translasi pada inisiasi mRNA), ekspresi gen, dan penyerapan asam amino oleh sel tubuh.

Orang dewasa membutuhkan 9 asam amino esensial sebanyak 0.5 g/hari (tryptophan ) hingga 2 g/hari (leucine dan phenylalanine). Namun, bayi dan anak-anak membutuhkan 10 asam amino, termasuk arginine. Arginine termasuk asam amino yang dapat disintesis oleh hati, namun anak-anak tidak dapat menghasilkan arginine dengan cepat untuk proses sintesis urea dan protein pada tubuh.

Kandungan asam amino dari ekstrak ikan gabus diantaranya leucine, arginine, dan glutamate. Berikut penjelasan singkat tentang asam amino yang terdapat pada ikan gabus.

  1. Leucine. Leucine berperan dalam merangsang sintesis protein. Leucine sangat membantu proses penyembuhan luka pada kulit dan membantu mengatur tingkat glukosa pada darah, karena leucine dapat memproduksi energi (gluconeogenesis). Arginine bersama leucine merupakan asam amino yang berperan dalam menetralkan kadar glukosa pada darah dan membantu mempercepat proses penyembuhan luka.
  2. Arginine. Arginine dapat membantu proses penyembuhan luka dan meningkatkan sistem imunitas. Pemberian arginine 17g/hari pada pasien yang telah menjalani operasi terbukti mampu meningkatkan hydroxyproline (komponen utama dari kolagen dan protein pada kulit), dan hal ini menandakan adanya pengendapan kolagen dan proses pembentukan jaringan kulit. Nitric oxide synthase (NOS) dan arginase pada arginine merupakan bahan penyusun enzim yang berperan dalam penyembuhan luka. Selain itu, arginine juga diketahui mampu meningkatkan sensitivitas insulin.
  3. Glutamine. Glutamine merupakan bahan dasar untuk sintesis protein endogenus. Di dalam tubuh, glutamine diproduksi di otot dan didistribusikan melalui darah ke bagian tubuh yang membutuhkan. Kebutuhan glutamine akan meningkat apabila tubuh melakukan produksi energi terutama nitrogen dan karbon, serta terjadi luka pada bagian tubuh. Namun, proses penyembuhan luka dapat terhambat karena terganggunya produksi glutamine oleh otot sehingga akan berakibat pada terganggunya aktivitas sitokinin dan faktor tumbuh. Kondisi seperti ini dapat mengubah ketersediaan materi dasar sintesis protein pada sel. Ketersediaan protein digunakan untuk mengaktifkan faktor tumbuh dan terbukti mampu mempercepat proses penyembuhan. Glutamine merupakan asam amino non-esensial, namun akan berubah menjadi asam amino esensial apabila tubuh mengalami luka. Selain itu, metabolisme glutamine dibutuhan untuk produksi ATP dan biosynthetic proteins (sitokinin).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *