Cara atasi anak penakut

No Comments 479 Views0


scare

Sedang bingung mencari cara mengatasi anak yang penakut?. Ya, memang benar anak yang penakut amatlah mengkhawatirkan bagi orang tuanya. Bukan karena apa yang terjadi sekarang, tapi lebih kepada apa yang akan mereka alami dan hadapi di masa depan. Masa depan memang bukan monster yang menakutkan kehidupan nyata, namun seperti diri mereka sendiri. Jika tak bisa mengalahkan diri sendiri, maka keberhasilan adalah hal yang sulit didapatkan. Takut pada sesuatu sangat mungkin dialami siapa saja, tak hanya orang dewasa, namun juga anak-anak. Maka perlu dipertanyakan sebenarnya, kenapa anak memiliki sifat penakut, padahal kita tahu bahwa dunia mereka adalah dunia yang penuh keberanian, canda tawa dan tak kenal takut mencoba banyak hal baru.

Anak yang penakut bisa disebabkan banyak hal, salah satunya adalah karena kebiasaan. Kebiasaan yang secara tidak langsung sudah diajarkan orang tuanya.Selama ini orang tak sadar sudah menanamkan ketakutan pada sesuatu. Misalnya ketika anak hendak belajar naik tangga karena dihinggapi rasa penasaran, dari kejauhan sudah terdengar teriakan ibunya untuk segera pergi dari sana atau duduk saja. Anak yang belum sempat terpenuhi rasa ingin tahunya, segera duduk dan menurut dengan apa yang dikatakan ibunya, padahal ia belum merasakan bagaimana rasanya belajar naik tangga.

Hal lain yang menjadikan anak seorang penakut adalah, banyaknya aturan yang diterapkan oleh orang tua, ibu misalnya, untuk ia taati. Peraturan yang diterapkan adalah semacam benteng yang menghalanginya untuk berkembang. Sama seperti contoh sebelumnya, anak bahkan belum merasakan bagaimana belajar naik tangga, ia tak sempat merasakan mengeksplorasi hal baru itu. Aturan yang mengikat dari orang tua juga menjadikannya pasif. Pasif menerima perintah dan menjalankannya.

Dunia anak terlalu berharga untuk sekedar dikekang dengan peraturan yang sebenarnya tak perlu diberikan padanya. Ia harus berkembang dan tumbuh dengan optimal. Biarkan saja anak mencoba hal-hal baru, merasakan hal baru tersebut dan bukan menjadi masalah jika ia terjatuh, terluka ringan atau sekedar terbentur. Semua ini justru menjadikannya lebih kuat dan belajar dan memperkirakan apa yang harus ia lakukan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *