Blog

Kumpulan Artikel Bermanfaat Dari JualVitabumin.com

5 Cara Ampuh Agar Anak Tak Membangkang

No Comments 400 Views1

Anak yang membangkang memang sulit untuk dijinakkan. Namun bukan berarti tak ada cara ampuh untuk mengatasinya. Berikut ini ada 5 cara ampuh agar anak tak membangkang lagi.

1. Longgarkan peraturan

Biasanya anak yang tak menurut dan suka membangkang itu karena ia tertekan dan terbebani dengan peraturan yang Anda terapkan. Anak harusnya bisa menikmati masa mudanya degan hal menyenangkan dan jauh dari tekanan. Maka, jika Anda memberikan peraturan yang amat mengikat dan membuat mereka stress berkepanjangan, cobalah untuk melonggarkan pikiran mereka dengan peraturan yang lebih lunak. Ini akan membuat mereka juga menurunkan tensi ketika berhadapan dengan orang tua.

2. Biarkan ia mandiri

Kadangkala anak yang terus diatur, dijejali banyak peraturan dan ketentuan hidup, ia akan jengah dan lelah dengan semuanya. Ia juga memiliki keinginan yang pastinya sesuai dengan keinginan hatinya. Maka cobalah sesekali Anda berikan kesempatan baginya untuk melakukan apa yang ia inginkan. Untuk menghindari pembangkangan, ajarkan kemandirian agar ia belajar semakin memahami tanggung jawab itu seperti apa.

3. Jangan Otoriter

Orang tua yang otoriter cenderung berpotensi menghasilkan anak yang membangkang. Orang tua seringkali memaksakan kehendak mereka terhadap anak, menganggap bahwa yang dilakukan adalah untuk kebaikan anak di masa depan. Namun sebenarnya perlu Anda cermati bahwa anak saat ini lebih bisa kreatif mengekspresikan diri dan bakat yang dimiliki. Akan lebih baik jika Anda membiarkan mereka berkembang sendiri namun masih dalam pengawasan dari orang tua.

4. Jalin ikatan batin

Anak haruslah dibuat lengket dengan orang tuanya, biasanya ibu. Dalam artian, mereka tak hanya menjadikan ayah dan ibu sebagai orang tua, namun juga sebagai sahabat dan teman bercerita. Hal seperti ini bisa dibentuk dengan jalinan ikatan batin diantara keduanya. Bisa dengan membacakan cerita menjelang tidur, menyisihkan waktu sebentar untuk berbagi cerita dan menghabiskan waktu bersama di hari libur.

5. Selalu perhatian

Bisa jadi anak Anda membangkang karena ia kurang diperhatikan. Cobalah untuk lebih perhatian pada hal-hal kecil, seperti perubahan wajah, badan dan sebagainya.

Tahukan Bunda Mengenai Asfiksia?

No Comments 383 Views0

Asfiksia adalah keadaan dimana bayi tidak bisa bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia bisa juga disebut kesulitan atau gagal nafas pada Bayi Baru Lahir (BBL). Asfiksia sendiri memiliki tanda-tanda bunda. Tanda yang pertama  adalah bayi lahir tidak menangis. Normalnya, bayi yang sehat selalu menangis begitu lahir.

Tanda yang kedua adalah bayi bernafas dengan megap-megap/tersengal-sengal. Tanda yang lain adalah bayi merintih dan lemas. Dan tanda yang terakhir adalah muka bayi berwarna kebiruan. Tanda-tanda ini perlu bunda waspadai jika terjadi pada buah hati yang baru lahir. Segera minta pertolongan pada pihak medis jika ini terjadi.

Lalu, apa yang menjadi penyebab asfiksia? Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini baik dari sisi ibu, bayi maupun faktor tali pusat. Berikut penjelasannya:

A. Faktor Ibu

  1. Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi, kejang.
  2. Perdarahan saat hamil dan persalinan.
  3. Infeksi pada ibu hamil atau bersalin.
  4. Ibu hamil menderita penyakit berat (malaria, TBC).
  5. Persalinan lama.

B. Faktor Bayi

  1. Bayi dengan kelainan bawaan.
  2. Bayi lahir dengan tindakan ( misalnya vakum).
  3. Bayi kembar, BBLR.

C. Faktor Tali Pusat

  1. Tali pusat keluar sebelum bayi lahir.
  2. Lilitan tali pusat.
  3. Tali pusat pendek.
  4. Simpul tali pusat.

 

Kondisi asfiksia merupakan penyebab utama kematian pada bayi baru lahir  dan dapat pula menyebabkan kecacatan dan retardasi mental. Oleh karena itu, bunda harus sangat berhati-hati bahkan sejak hamil. Meskipun begitu, asfiksia juga bisa memang karena kelainan bawaan. Jika ini terjadi, maka bunda harus segera berkonsultasi dengan pihak yang paham tentang hal ini untuk memperoleh perawatan terbaik.

Perawatan tali pusat juga menjadi hal yang penting karena ternyata bisa menjadi salah satu faktor pemicu asfiksia. Tentang merawat tali pusat sudah pernah dibahas di salah satu artikel di web ini pula, bisa bunda setelah ini.

Karena kondisi ini juga bisa dipicu dari faktor ibunya sendiri, maka cara mencegah asfiksia salah satunya dengan memeriksakan kehamilan secara teratur ke fasilitas kesehatan bagi para ibu hamil. Selain itu. ibu hamil juga harus makan makanan yang bergizi.

Dan bagi calon ibu yang akan melahirkan, hendaknya bersalin di fasilitas-fasilitas kesehatan agar alat-alat persalinan lebih steril dan ditangani para ahli. Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka resiko terjadinya kondisi asfiksia ini dapat dikurangi.

Lebih tahu kan bunda tentang “asfiksia” ini? Semoga ini memberi pengetahuan baru ke bunda dan calon-calon bunda di rumah untuk selalu concern pada kesehatan ibu demi buah hatinya 🙂

 

*sumber: diolah dari publiksi depkes.go.id

4 Cara Menidurkan Bayi

No Comments 369 Views0

Tentu bunda sudah membaca artikel-artikel sebelumnya dari mulai mengenali ciri bayi sehat, merawat tali pusar bayi yang baru lahir sampai memandikan bayi. Nah sekarang kita akan beralih ke cara menidurkan bayi. Ada beberapa cara yang dapat bunda lakukan untuk bisa menidurkan bayi, simak ya bunda…

  1. Pasang kelambu pada saat bayi tidur siang ataupun malam. Hal ini untuk menjaga bayi dari gigitan nyamuk dan serangga lainnya ketika si bayi tertidur.
  2. Tidurkan bayi secara terlentang atau miring.
  3. Bayi perlu banyak tidur dan hanya bangun kalau lapar.
  4. Jika bayi telah tidur selama 2-3 jam, bangunkan untuk disusui.

Dari semuanya, sebenarnya hal yang paling harus bunda lakukan pada bayi ketika akan tidur adalah memberikan dekapan dan belaian penuh kasih sayang.  Kasih sayang melalui dekapan dan kasih sayang akan meningkatkan emosi antara bunda dan bayi sehingga relasi hubungan akan semakin intens. Lebih dari kelambu dan semuanya, dekapan bunda adalah hal yang paling dibutuhkan bayi.

Ok bunda, kita sama-sama telah belajar mengenai beberapa hal yang harus dilakukan ketika bayi lahir dari memandikan sampai menidurkan. Sekarang kita akan belajar tentang hal-hal apa saja yang perlu dihindari untuk bayi yang baru lahir. Hal-hal itu perlu dihindari agar tumbuh kembang bayi yang baru lahir menjadi lebih baik. Hal-hal itu diantaranya:

  • Hindarkan bayi dari asap dapur dan asap rokok. Orang dewasa saja akan menuai masalah kesehatan jika dipaparkan dengan asap dapur dan asap rokok, apalagi bayi? Jadi bayi tidak boleh dibiarkan terpapar asap rokok dan dapur ya bunda~
  • Hindarkan bayi dari orang sakit. Hal ini untuk menghindari menularnya penyakit orang tersebut pada bayi bunda.
  • Jangan membubuhkan ramuan atau apapun pada tali pusat.
  • Jangan mengasuh bayi sebelum mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Hal ini dilakukan untuk menjaga kehigienisan tangan bunda ketika akan mengasuh bayi. Kebersihan tangan amat penting supaya partikel-partikel jahat yang terbawa oleh tangan bunda bisa hilang sebelum menyentuh buah hati.
  • Jangan mengobati sendiri bila sakit. Jangan mengobati bayi yang sakit dengan perkiraan sendiri ya bunda, mintalah petunjuk petugas kesehatan segera ketika bayi sakit.

 

*sumber: diolah dari publikasi data depkes.go.id

7 Cara Memandikan Bayi Baru Lahir (BBL)

No Comments 286 Views0

Kesehatan Bayi Baru Lahir (BBL) menjadi hal yang sangat perlu untuk diperhatikan bunda demi tumbuh kembang bayinya. Sebagai contoh, ketika bayi kencing dan buang air besar, maka bersihkan segera dengan air lalu keringkan dan kenakan pakaian. Hal ini perlu dilakukan secara cepat dan cermat agar bayi tidak terlalu lama kedinginan. Selain itu, bagi kesehatan tangan bunda sendiri, hendaknya mencuci tangan dengan mengenakan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi.

Selain itu, memandikan bayi juga merupakan hal yang sangat penting dilakukan untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan buah hati.

Berikut adalah 7 cara memandikan bayi yang diperoleh dari publikasi resmi Kementerian Kesehatan Indonesia.

  1. Saat bayi lahir, bayi tidak boleh segera dimandikan. Bayi baru boleh dimandikan paling cepat 6 jam setelah dia lahir bunda. Jadi bunda harus menunggu 6 jam kemudian setelah bayi tersebut lahir untuk bisa dimandikan.
  2. Mandikan bayi dengan air hangat di ruangan yang hangat pula. Hal ini untuk menjaga suhu tubuh bayi yang mudah dingin ketika lahir, maka dari itu diperlukan tempat yang hangat untuk bayi dimandikan.
  3. Mandikan dengan cepat, bersihkan muka, leher, ketiak dan tali pusat dengan air dan sabun. Jangan memandikan terlalu lama karena bayi mudah dingin. Lakukan proses pemandian dengan cepat ya bunda~
  4. Keringkan seluruh tubuh dengan cepat menggunakan handuk atau kain kering.
  5. Setelah kering, bunda bisa langsung memakaikan baju maupun topi untuk bayi. Bunda juga harus membungkus bayi dengan selimut ataupun kain kering ya~
  6. Bayi tidak boleh dibedong terlalu ketat. Bayi masih dalam keadaan rapuh ketika dia lahir, maka tidak boleh terlalu ditekan ya bunda. Bedonglah dengan longgar.
  7. Jangan memandikan bayi jika bayi demam atau pilek

Nah bunda, itu tadi hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memandikan si buah hati. Untuk memandikan bayi, sebaiknya bunda menggunakan sabun khusus bayi karena kulit bayi masih sensitif jika diberi sabun orang dewasa. Semoga artikel ini dapat membantu bunda terutama bunda yang masih baru untuk lebih paham cara memandikan sang buah hati ya~

 

*sumber: diolah dari publikasi data depkes.go.id

Perawatan Metode Kanguru, Apa itu?

No Comments 242 Views0

Adakah dari bunda yang mengetahui istilah perawatan “metode kanguru” (PMK) pada anak? Ya, ada istilah semacam ini dalam konteks BBL (Bayi Baru Lahir). Perawatan metode kanguru adalah perawatan pada bayi baru lahir dengan kontak kulit bayi dengan kulit pendekapnya untuk mempertahankan dan mencegah bayi kehilangan panas. Metode ini memberi efek yang sangat baik pada bunda maupun buah hatinya.

Dikutip dari idai.or.id, Perawatan Metode Kanguru (PMK) pertama kali diperkenalkan oleh Ray dan Martinez di Bogota, Columbia pada tahun 1979 sebagai cara alternatif perawatan BBLR ditengah tingginya angka BBLR dan terbatasnya fasilitas kesehatan yang ada. Metode ini meniru binatang berkantung kanguru yang bayinya lahir memang sangat prematur, dan setelah lahir disimpan di kantung perut ibunya untuk mencegah kedinginan sekaligus mendapatkan makanan berupa air susu induknya. Wah, ternyata kita bisa belajar banyak dari kanguru ya bunda~

Perawatan Metode Kanguru (PMK) ini merupakan alternatif pengganti incubator dalam perawatan BBLR (Bayi Baru Lahir Rendah), dengan beberapa kelebihan antara lain sebagai cara yang efektif untuk memenuhi kebutuhan bayi yang paling mendasar yaitu adanya kontak kulit bayi ke kulit ibu, dimana tubuh ibu akan menjadi thermoregulator bagi bayinya, sehingga bayi mendapatkan kehangatan (menghindari bayi dari hipotermia).

Bayi yang baru lahir mudah dingin, sehingga dengan melakukan kontak kulit langsung dengan ibunya, bayi tidak mudah dingin. Hal ini tentu saja adalah hubungan kontak fisik antara bunda dan bayinya dan secara emosional akan sangat mendekatkan keduanya. Selain itu, PMK memudahkan pemberian ASI, perlindungan dari infeksi, stimulasi, keselamatan dan kasih sayang.

Bayi yang didekap ibunya dengan penuh kasih sayang tentu akan lebih dekat dengan ibunya secara emosi. PMK juga dapat menurunkan kejadian infeksi, penyakit berat, masalah menyusui dan ketidakpuasan ibu serta meningkatnya hubungan antara ibu dan bayi serta meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Nah, bunda menjadi punya gambaran tentang Perawatan Metode Kanguru ini kan? Semoga informasi ini bermanfaat bagi bunda dan baik bunda maupun buah hati selalu sehat ya 🙂