Anak pemalu?, coba 4 hal ini

No Comments 486 Views0


shy

Jika anak Anda seorang yang pemalu, Anda bisa mencoba untuk mencarikan solusi guna menyembuhkannya. Memang anak pemalu memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satunya adalah keterbatasan yang ia miliki dalam kehidupan sosial. Hidup di masyarakat memerlukan orang yang kuat dan percaya diri sehingga mampu menjadi sosok yang bisa diharapkan oleh masyarakat kelak. Mulai sekarang pupuk kepercayaan dirinya dengan cara berikut ini.

1. Bicara di depan kelompok

Latihlah anak untuk mampu berbicara di depan kelompok atau komunitas. Bicarakan apa saja yang mampu menyuarakan keinginan dan pendapat bersama. Melatih kepercayaan diri dengan berbicara di depan publik sangat efektif. Ia akan terus mengasah kemampuannya berbicara di depan umum dengan lebih baik. Kepercayaan diri memang mutlak diperlukan. Ajari anak untuk lebih banyak dan sering berpartisipasi dalam kegiatan sejenis.

2. Naik angkutan umum

Ketika seorang anak jarang atau bahkan tak pernah menaiki angkutan umum, ia akan tumbuh menjadi anak yang pemalu. Wajar kiranya karena memang menaiki angkutan umum perlu keberanian dan mental yang kuat serta harus terbiasa berada di lingkungan yang banyak orang di dalamnya. Angkutan umum juga nyata mampu menaikkan tingkat kepercayaan diri anak. Ia akan lebih mengenal dunia luar, lebih memahami kondisi alam dan manusia di sekitarnya.

3. Mengatasi masalah

Kadangkala anak juga akan terlibat masalah. Jika ia terus memelihara sifat malunya, maka bisa dipastikan ia takkan mampu bertahan lama dalam hidup ini. Ajari ia untuk menjadi pemecah masalah dan mencari solusi untuk persoalan yang ia alami. Jangan terus menerus membantunya, karena pada akhirnya ia juga yang akan berubah menjadi anak yang tak hanya pemalu, tapi juga manja dan tak mampu hidup tanpa orang lain.

4. Jangan dilarang

Mungkin ada baiknya jika Anda membiarkannya untuk berkembang lebih “liar”. Jangan terlalu mengekang anak dan melarangnya melakukan ini dan itu. Anak takkan suka dan justru ia akan terbiasa dengan perintah. Sebagai manusia, takkan baik jika terus menerus menerima perintah. Suatu saat ia harus benar-benar hidup sendiri di dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *