3 Kesalahan para ibu

No Comments 519 Views0


not

Seorang ibu juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan khilaf. Walaupun tak bisa dipungkiri bahwa ia akan selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya bagaimanapun kondisinya. Ibu akan selalu memahami dan menyayangi seorang anak dengan seluruh jiwa raganya. Namun, seringkali kasih sayang yang ditunjukkan berakibat kurang baik untuk perkembangan hidupnya kelak. Berikut ini kesalahan para ibu dalam mendidik anak.

1. Terlalu negatif

Tak bisa dinafikan bahwa rasa sayang akan menjadikan seseorang over protektif. Begitupun dengan ibu pada anak. Para ibu cenderung ingin melindungi dari segala sesuatu yang mungkin saja membahayakan, membuatnya sering melarang dengan kata “jangan” dan “tak boleh”, tanpa membiarkan si anak mengalami sendiri apa yang ia ingin tahu. Hal ini akan berakibat hingga dewasa kelak ia takkan berani dan kuat menghadapi segala hal yang ada di depannya, bisa dibilang penakut. Larangan ini berlaku hanya ketika anak Anda dalam bahaya misalnya ketika ia bermain listrik dan dekat dengan kabel yang terkelupas, Anda boleh bahkan wajib untuk melarang dan menghindarkannya.

2. Terlalu berharap banyak

Wajar saja sebenarnya jika orang tua berharap lebih pada anaknya, namun ingatlah bahwa anak Anda masih balita dan anak-anak yang masih dalam tahap pembelajaran. Misalnya saja ketika di masjid, ia begitu ramai atau bahkan menangis. Anda berharap ia tenang dan sopan, namun mereka tak tahu bagaimana harus bersikap. Ajarkan dengan sabar walaupun Anda sebenarnya berharap lebih dari mereka. Tempatkan di posisi anak Anda, bahwa memang harus dimaklumi sikap dan tingkahnya sesuai umur.

3. Contohkan sesuaru, tapi tak ingin kita lihat

Seorang anak selalu mempelajari segala sesuatu dari tingkah laku orang tuanya, Anda harus ingat itu. Jadi, anak-anak akan menirukan apa yang diperbuat orang tuanya. Misalnya saja ketika ada orang yang menjatuhkan sesuatu dan mengotori baju, Anda akan berteriak dan memaki. Hal ini dicontoh anak. Maka jangan salahkan ketika ia bersikap sama, karena memang itu yang Anda ajarkan. Ubahlah dan jaga sikap ketika bersama anak. Ia bisa dengan mudah meniru apapun yang kita lakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *