4 Cara Merawat Tali Pusat Bayi

No Comments 279 Views0


Pemeriksaan kesehatan pada bayi merupakan hal yang penting untuk bunda lakukan. Jika bayi yang tidak sehat terdeteksi sejak dini, maka bundapun akan bisa melakukan langkah antisipasi yang lebih dini. Dan dengan mengetahui sedini mungkin adanya kelainan pada bayi ketika lahir, maka bunda akan segera bisa tahu apa hal yang harus dilakukan.

Perlu bunda ketahui bahwa resiko kematian bayi terbesar terjadi pada 24 jam pertama kelahirannya. Itu menjadi hal yang sangat perlu diwaspadai para bunda sehingga perawatan yang lebih intens sangat perlu dilakukan pada nn kurun waktu itu.

Untuk selanjutnya, yakni untuk memeriksakan keadaan bayi yang baru lahir (BBL), periksakan bayi yang baru lahir minimal 3 kali yakni pada hari ke 1-2, 3-7 dan -28. Pemeriksaan yang segera ke petugas medis dapat sangat membantu apabila bayi mengalami kelainan atau tidak sehat. Periksakan segera bayi ke petugas kesehatan terdekat jika bayi malas menyusu, demam, kejang, bayi berwarna kuning (tidak kemerahan) maupun tali pusat kemerahan.

Berkaitan dengan tali pusar, berikut merupakan cara untuk merawat tali pusat bayi yang baru lahir

  1. Jangan membubuhkan apapun pada pangkal tali pusat. Pembubuhan apapun pada tali pusat dapat membahayakan bagi sang bayi, sehingga jangan tali pusat itu jangan sampai terbubuh oleh apapun.
  2. Rawat tali pusat terbuka dan kering.
  3. Jika tali pusat kotor atau basah, cuci dengan air bersih dan sabun mandi serta keringkan dengan kain bersih.
  4. Bila tali pusat kemerahan, segera periksakan ke petugas kesehatan terdekat. Jika bunda merasa kurang jelas maka segera kontak petugas kesehatan terdekat ya~

Sekedar pengetahuan bagi bunda, tali pusar adalah jaringan pengikat yang menghubungkan plasenta dan fetus (janin). Fungsi dari tali pusat adalah menjaga viabilitas (kelangsungan hidup) dan memfasilitasi pertumbuhan embrio dan janin. Dalam tali pusar berlangsung pembuangan senyawa sisa, pengangkutan oksigen, nutrisi, dan faktor pertumbuhan untuk janin. Tali pusat tersusun dari 90% air dan terhubung dengan cakram intervertebral (80%) serta kartilago tulang rawan sendiri (95%).

*sumber: diolah dari publikasi data depkes.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *