3 kebiasaan buruk anak. Harus diubah!

No Comments 446 Views0


fi

Anak Anda pastilah memiliki kebiasaan, entah baik atau buruk. Tak menjadi persoalan memang jika itu kebiasaan yang positif. Namun bagaimana jadinya jika itu adalah sebuah kebiasaan yang buruk dan seringkali menimbulkan masalah. Tentu saja Anda sebagai orang tua harus merubahnya perlahan. Diantara kebiasaan buruk anak ini adalah.

1. Menyela saat Anda bicara

Kebiasaan kecil anak yang harus diubah adalah ia sering menyela dan memotong pembicaraan Anda. Hal ini sering sekali terjadi dalam hubungan antara orang tua dan anak. Hal seperti ini bisa saja terjadi saat anak merasakan kebahagiaan dan semangat untuk segera menceritakan apa yang ia alami atau lihat pada orang tuanya. Akibatnya ketika Anda sedang bicara dengan orang atau dengannya, ia akan menyela dan memotong apa yang Anda sampaikan. Mungkin saja Anda tak keberatan, namun jika itu dibiarkan, ia akan melakukan hal yang sama pada orang lain. Anda harus mulai melatihnya untuk menjaga sikap dan tingkah laku. Ajarkan untuk menjaga sopan santun dengan tidak menyela pembicaraan orang.

2. Bermain kasar

Anak Anda bisa jadi sering bermain kasar dan kurang manusiawi dengan temannya. Hal ini bisa terjadi karena ia mungkin lebih besar atau lebih berisi dibanding lawannya, dan ia bisa menang. Kemenangan semacam ini akan membuatnya ketagihan dan akan melakukan hal yang sama untuk menekan temannya. Jika ini dibiarkan, ia akan menjadi nak yang kasar hingga ia berusia 8 tahun. Anda harus turut campur dengan memberinya saran dan tuntunan. Misalnya untuk tak menyakiti temannya lagi, ia harus saling menyayangi dan tak ada yang boleh menyakiti. Ajarkan ia berempati. Bisa jadi suatu saat ia akan di posisi yang menderita.

3. Pura-pura tak mendengar

Anak-anak biasanya amat moody. Seringkali ia akan pura-pura tak mendengar panggilan atau suruhan orang tuanya karena banyak alasan. Bahkan saat diberikan pengertian, ia akan menunda untuk melakukannya. Anda tak bisa membiarkan hal ini terjadi. Solusinya adalah datangi ia, dan katakan apa yang Anda minta ia lakukan dengan jelas, hingga ia mengatakan “iya, bu”. Ini akan berlangsung hingga nanti ia dewasa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *